Jumat, 30 September 2016

4 Tingkatan Cara Allah SWT Dalam Memberi Rezeki - Share Sahabat

Imam al-Ghazali dalam Ihya' Ulumuddin menuliskan bahwa pada suatu hari datanglah seorang yang telah kehilangan semangat kepada seorang hakim. Lantas dia menanyakan tentang mengapa ada seorang yang bodoh tetapi mendapat rezeki yang layak. Sedangkan, di sisi lain, ada seorang yang mempunyai otak cemerlang tetapi tidak mendapat rezeki yang layak.



Mendengar pertanyaan itu, sang hakim menjawab sebagai berikut, "Jika setiap orang yang mempunyai otak cemerlang mendapat rezeki yang layak, dan setiap orang yang bodoh tidak mendapat rezeki yang layak, maka akan timbul sebuah asumsi bahwa seorang yang mempunyai otak cemerlang dapat memberikan rezeki kepada temannya. Akibatnya, setelah orang lain tahu dan berpandangan bahwa yang dapat memberi rezeki itu adalah temannya sendiri, maka tidak ada artinya usaha yang mereka lakukan untuk mendapat rezeki tersebut."

Semua rezeki yang ada itu berasal dari Allah karena Allah adalah ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki). Allah memberikan kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya. Firman Allah, "Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dan menyempitkan (bagi siapa yang Dia kehendaki)," (QS ar-Ra'd [13]: 26).

Rezeki merupakan salah satu rahasia Allah dari tiga hal lainnya, yaitu umur, jodoh, dan kematian. Ia tidak dapat dikalkulasi dengan nalar manusia.

Allah SWT telah menjamin rezeki setiap makhluk-Nya. Setiap
manusia yang terlahir ke dunia sudah dilengkapi dengan rezeki masing-masing. Oleh karena itu, selayaknyalah kita tidak perlu cemas mengenai rezeki. Persoalan rezeki telah diatur oleh Allah SWT.

Ada empat tingkatan cara Allah memberi rezeki. Pertama, rezeki tingkat pertama (yang dijamin oleh Allah), "Dan tidak satu pun makhluk bergerak (bernyawa) di atas bumi ini melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya," (QS Hud [11]: 6). Artinya, Allah akan memberi kesehatan, makan, dan minum untuk seluruh makhluk hidup di dunia ini. Ini adalah rezeki dasar yang terendah.

Kedua, rezeki tingkat kedua, "Dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya," (QS an-Najm [53]: 39). Allah akan memberi rezeki sesuai dengan apa yang dikerjakan hambanya. Jika kerja lebih lama, lebih rajin, lebih berilmu, lebih sungguh-sungguh, ia akan mendapat lebih banyak. Tidak pandang dia itu Muslim atau kafir.

Ketiga, rezeki tingkat ketiga, "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangatlah berat." Inilah rezeki yang disayang Allah.

Keempat, rezeki tingkat keempat (untuk orang beriman dan bertakwa) (QS ath-Thalaq [65]: 2-3).

Hal penting yang perlu dilakukan sebagai manusia yang diberi akal budi, kita tetaplah harus berikhtiar, berusaha untuk mendapat rezeki itu. Terlepas nanti apakah rezeki kita banyak atau tidak, itu dikembalikan kepada Allah. Tugas kita bukanlah untuk berhasil. Tugas kita adalah untuk mencoba karena di dalam mencoba itulah kita menemukan dan belajar membangun kesempatan untuk berhasil.

Haruslah yakin bahwa ikhtiar itu bukan penyebab datangnya rezeki, tapi rezeki itu datangnya dari Allah. Untuk mendapat rezeki, maka berusaha dan menjemput rezeki itu juga penting. Selamat menjemput rezeki, semoga berkah.



Sumber : republika.co.id

WAJIB BACA LAKI-LAKI MAUPUN PEREMPUAN 10 Ciri ciri lelaki idaman wanita,

Adakah anda memiliki ciri ciri lelaki yang menjadi idaman para wanita kat luar sana Selain memiliki wajah yang tampan wanita juga mengidamkan lelaki yang mempunyai ciri ciri idaman seperti berikut 10, Ciri lelaki idaman wanita


.1. Lelaki Yang Prihatian yaitu mendengar dengan teliti apa yang wanita cakap bukan dengar dengan masuk telinga kiri keluar telinga kanan kerana cara mendengar begitulah yang biasanya mendorong kaum perempuan jadi suka berleter.



2. Lelaki Yang Menjadi PenawarIaitu yang rajin dan pandai memberikan kata-kata keramat untuk menjadi penawar hati wanita, walaupun kurang rupa tidak mengapa, yang penting kaum perempuan ni sentiasa menghadapi kemungkinan untuk ditimpa sakit dari sakit mata sampai sakit jiwa raga, jadi hatinya amat perlu dijaga dan hanya kata-kata manis di mana susunan nahunya yang datang dari mulut lelaki akan menjadi penawar segala bisa.

3. Lelaki Yang Memberi Kebebasan SewajarnyaKebebasan tu bukan kebebasan yang melanggar batas-batas hukum, tapi memberi kebebasan yang berupa hak. Contohnya bila berada di dalam kedai perabot, kaum perempuan suka membeli barangan yang dikehendaki dan kadang-kadang yang tidak perlu. Jika hendak melarang sekalipun, tegurlah secara baik.

4. Lelaki Yang Berhati-HatiIaitu berhati-hati dan tidak senang-senang saja untuk mengeluarkan kritikan terutama tentang masakan. Sebab, apabila kaum perempuan itu memasak, mereka bukanlah memasak untuk dikritik atau dikomen itu dan ini. Jadi, biarkanlah mereka sendiri yang mengaku makanan itu tak sedap. Lama-lama nanti pandailah dia memasak dengan baik.

5. Lelaki Yang WangiIni adalah seimbang dengan fitrah kaum perempuan yang memang diciptaan Allah sebagai makhluk yang cenderung kepada kecantikan dan kebersihan. Oleh itu, kaum lelaki wajar memberi perhatian akan perkara ini. Jagalah fizikal anda seperti, memotong kuku dengan
sempurna, memakai wangian, jangan membuang baju kotor di merata tempat, merapikan misai dan janggut.

6. Lelaki Yang PemurahDalam erti kata yang lain, lelaki yang pemurah adalah yang sentiasa rela dan redha menyerahkan wang ke tangan perempuan. Bukan untuk dikuasai, tapi inilah cara paling baik untuk kaum perempuan. Paling penting langkahnya pun tidaklah terlalu panjang dan matanya pun tidaklah terlalu liar untuk memandang perempuan-perempuan lain.

7. Lelaki Yang Tidak KisahIaitu lelaki yang tidak ambil kisah sangat samada kaum perempuan ni nak memasak ke, nak membasuh ke, nak mengemas atau pun tidak bila di rumah tu. Malah, lelaki yang masuk dalam kategori lelaki tidak kisah ini adalah kaum lelaki yang memberi kelonggaran sepenuhnya kepada isterinya untuk menjadikan kedai makan sebagai dapur nombor dua mereka.

8. Lelaki Yang Memberi Sokongan PaduInilah ciri-ciri lelaki yang amat diidamkan perempuan. Sokongan padu mereka adalah sokongan padu yang amat padat kepada kaum perempuan untuk memanjangkan masa-masa bersidang mereka dengan teman-teman atau jiran tentangga. Apabila mereka mula bersidang, lelaki yang menyokong dengan sepenuh hati tidak sesekali akan bertindak tegas atau mengacau biarpun perut mereka waktu itu sudah berkeroncong, mereka pandai membawa diri dan perut sendiri tanpa perlu menyusahkan isteri. Sungguh bertuah wanita yang memiliki lelaki sebegini.

9. Lelaki Yang Cintakan KedamaianApabila seseorang lelaki itu bersifat cintakan damai, maka tenanglah hidup mereka bersama wanita pilihan. Contohnya, tidaklah lagi akan kedengaran perbalahan atau undian balik kampung siapa di musim-musim raya. Lelaki begini amat memahami dan sedar bahawa isterinya telah bertungkus-lumus menjaga anak dan jaga rumah jadi, sentiasa balik kampung isteri adalah hadiah terbaik. Cukuplah setengah hari setahun aje balik kampung sendiri, daripada tak balik langsung dan daripada bergaduh lebih baik beralah.

10. Lelaki Yang Menyerahkan Kuasa VetonyaInilah ciri lelaki yang menjadi buruan kaum perempuan. Jika mereka sanggup menyerahkan kuasa veto ke tangan wanita, mereka akan menjadi lebih macho dan hensem daripada Brat Pitt atau Nicholas Cage di mata wanita. Kuasa Veto yang diserahkan itu adalah kuasa veto untuk menentukan sama ada lelaki yang jadi suami mereka tu boleh pasang 2,3,4 atau tidak. Selain itu wanita juga diberi kuasa veto untuk menentukan siapa kawan-kawan suami mereka, ini untuk pastikan suami tak terikut-ikut perangai yang tak elok. Dengan kuasa veto ini juga bererti kaum wanita berhak sepenuhnya untuk meminta kaum lelaki membuat karangan bertajuk �BILA DAN DI MANA SAYA BERADA HARI INI� setiap kali mereka berhadapan dengan isteri , tunangan atau kekasih mereka


Sumber .mediaislam.com

Sampaikan Kisah Ini Pada Suami-suami Pemalas , Suami baca ini..

Fulan, bukan nama sebenarnya, merupakan seorang karyawan di perusahan percetakan di daerah Yogyakarta. Gajinya jauh dari makna cukup jika takarannya jumlah. Namun, dia tidak memiliki banyak pilihan untuk berpindah kerja, mengingat ijazah formalnya yang hanya setingkat sekolah menengah atas.



Kebutuhannya semakin banyak ketika dia memutuskan untuk menikah. Awal-awal pernikahan, keduanya cukup dengan jumlah penghasilan yang sedikit. Tapi kondisi benar-benar berbeda setelah lahir anak pertama. Pengeluaran makin tidak bisa terbendung sampai anak ketiganya lahir.

Beruntungnya, dia mendapatkan dukungan penuh dari istrinya. Seorang wanita shalihah yang percaya penuh dengan kepemimpinan suaminya. Hingga dalam sebuah musyawarah penuh hangat nan romantis, keduanya sepakat untuk membuka warung makan angkringan dengan tagline halalan thayyiban.



Sang istri mempersiapkan segalanya di siang hari sembari menunggu suaminya pulang bekerja. Setelah sampai rumah, sang suami segera mempersiapkan barang dagangan yang digelar
tak jauh dari tempat tinggal mereka.

Diriwayatkan dari sumber yang terpercaya, hasil berjualan ini di luar dugaan. Melimpah. Insya Allah berkah. �Jumlahnya tiga kali lipat jika dibanding gaji di perusahaan tempat bekerja.�

Para suami hendaknya menjadikan kisah nyata ini sebagai rujukan. Mulailah dengan mengubah paradigma bahwa bekerja adalah salah satu ibadah. Hukumnya wajib untuk memenuhi nafkah bagi istri dan anak-anak. Di tahap ini, urusan seorang laki-laki hanya berusaha sebagai wujud ibadah. Tak lebih dari itu.


Selanjutnya, tanamkan di dalam nurani, jangan sampai merasa memenuhi kebutuhan istri dan anak-anak atau memberi makan kepada mereka. Sebab hakikatnya, Allah Ta�ala yang menjamin rezeki bagi seluruh hamba-Nya. Manusia hanya dijadikan perantara dan itu tidak harus dari orang terdekat.

Setelah bekerja, kewajiban telah ditunaikan. Barulah berpikir tentang kualitas ibadah yang seharusnya, agar ibadah kita diterima dan memiliki dampak dalam kehidupan sehari-hari.

Jika pemahaman tauhid seperti ini sudah terbentuk, hasil tak pernah menjadi permasalahan. Sebab manusia tidak punya wilayah dalam menentukan hasil. Hasil adalah kekuasaan Allah Ta�ala. Dia berkehendak untuk memberikan kepada siapa yang dikehendaki dan Berkehendak pula untuk menahan dari siapa yang dikehendaki.

Maka kepada siapa pun yang merasa laki-laki, apalagi telah mengambil amanah sebagai suami, jangan bermalas diri. Bergegaslah menyambut karunia Allah Ta�ala yang lebih luas dari langit bumi dan apa yang ada di antara keduanya.




Sumber: keluargacinta.com

Astaghfirullah.... Inilah Cerita Mengerikan Pengurus Jenazah Akibat Bunuh Diri

Setiap manusia atau mahluk yang bernyawa pasti akan meninggal, meskipun kapan waktunya masih menjadi misteri bagi kita. Namun satu hal yang pasti, manusia semua akan meninggal.

Tetapi banyak kasus kematian disebabkan hal yang tidak wajar, seperti dibunuh, terlibat tawuran, bahkan yang marak saat ini adaalah bunuh diri. Ya, mengakhiri nyawanya sendiri akibat berbagai alasan.

Tetapi pengurus jenazah ini menceritakan, bagaimana mengerikannya mengurus mayat yang meninggal akibat bunuh diri. Seperti apa kisah pengalaman mengerikannya? Simak di bawah ini.



Adalah pria bernama Syed Sohleh Syed Jalaluddin, menceritakan kisahnya di akun Facebook miliknya saat mengurus jenazah seorang pria yang bunuh diri akibat putus cinta.

Awalnya, ia dengan berat hati dipanggil untuk mengurus jenazah di sebuah rumah sakit. Bersama dengan rekannya, ustaz Muhd Aidil Zainol Bahar dan tiga sahabatnya, ia langsung bergegas ke kamar jenazah.

Ia
pun cukup terkejut, jika korban masih sangat muda sekali sekitar 20 tahunan. Namun yang cukup mengerikannya, mayat tersebut terlihat menahan sakit yang amat sangat. Lidahnya terjulur, tangan dan kakinya menahan sakit yang amat sangat.

Bukan hanya itu saja, saat mengkafani pun darah kerap keluar dari hidung dan mulut korban, sungguh sangat pilu mengurus jenazah bunuh diri tersebut. Namun karena tugas, mereka pun melakukannya dengan sesempurna mungkin dalam mengurus jenazah.

Ia pun memberikan maklumat kepada siapa saja dalam akunnya, yang tertulis seperti ini: "Peristiwa ini masih segar di ingatan saya biarpun telah lama berlaku. Suka saya menyeru dan menitipkan pesan serta memperingati sidang pembaca agar berhati hati dalam bercinta. Carilah cinta ALLAH S.W.T dahulu nescaya ALLAH S.W.T akan mentakdirkan cinta buat kita. Sentiasa berfikiran positif dan mendekatkan diri dengan ALLAH S.W.T agar setiap tindakan kita tidak tersasar ke arah kemungkaran dan jalan yang tidak diredhai."

Janganlah kita berpikir singkat dengan mengakhiri nyawa, karena semua ada risikonya.
"Barangsiapa bunuh diri dengan menggunakan besi, maka tangannya akan melukai perutnya sendiri dengan besi itu di neraka jahanam dan ia kekal di dalamnya selama-lamanya. Barangsiapa bunuh diri dengan cara minum racun, maka ia akan terus meminumnya di neraka jahanam dan ia kekal di dalamnya selama-lamanya. Dan barangsiapa melompat dari tebing untuk bunuh diri, maka ia akan terus terjatuh di neraka jahanam dan ia kekal di dalamnya selama-lamanya. ( HR. Muslim: 313)."
Sumber pelangimuslim.com